
Kerja sama tim atau teamwork adalah langkah kolaboratif yang dilakukan oleh suatu kelompok dalam mencapai tujuan bersama atau melaksanakan tugas secara efisien. Kerja sama tim adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan para mahasiswa.
Penting bagi mahasiswa untuk mengetahui strategi yang diperlukan untuk membangun kerja sama tim yang baik. Tidak hanya dalam konteks akademik saja, teamwork juga dibutuhkan dalam organisasi, kepanitiaan, magang, dan juga pekerjaan.
Tanpa kerja sama tim yang baik, beberapa hal buruk dapat terjadi, seperti:
- Sumber daya tidak digunakan secara efisien, sehingga menghabiskan waktu, tenaga, dan uang.
- Hasil yang diperoleh kurang maksimal atau tidak sesuai ekspektasi.
- Tujuan yang ingin dicapai sama sekali tidak terealisasikan atau gagal.
- In the worst condition, hubungan pertemanan rusak dan meninggalkan rasa kecewa.
Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya 4 hal di atas, kamu bisa menerapkan 3 strategi jitu agar kerja sama tim menjadi jauh lebih kompak. Simak strateginya pada penjelasan di bawah ini.
- Hargai keberagaman (diversity) dalam kelompok
Menurut Dr. Gemma Leigh Roberts, keberagaman adalah kunci utama membangun tim yang inovatif. Dalam suatu kelompok, setiap orang pasti memiliki ide unik yang dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, dan kemampuan setiap anggota.
Jika seorang pemimpin menghargai keberagaman atau diversity, anggota kelompoknya akan menjadi lebih percaya diri, kreatif, dan berani menyuarakan ide serta pendapatnya. Tim akan menjadi melting pot bagi banyak ide yang brilian!
- Bangun sinergi dalam tim, baik secara personal maupun profesional
Sinergi dalam tim adalah hal krusial yang menentukan keberlanjutan dari tim itu sendiri. Ada 3 jenis komunitas, yaitu: (1) Mereka yang menitikberatkan sinergi secara personal, (2) Mereka yang berfokus pada relasi kerja atau profesionalitas, dan (3) Mereka yang mampu menyeimbangkan keduanya.
Tim yang kompak mampu menyeimbangkan keduanya. Seorang pemimpin harus menetapkan boundaries dalam kerja sama tim Selama proses melaksanakan tugas, tim harus profesional. Mereka dapat memperkuat hubungan interpersonal saat tugas sudah selesai (seperti mengadakan team days).
- Berikan kritik yang konstruktif
Setiap anggota tim pasti akan membuat kesalahan selama mengerjakan tugas mereka. Sebagai seorang pemimpin, kamu harus bisa mengevaluasi agar kesalahan tersebut bisa diminimalisir frekuensi kejadiannya.
Kritik yang baik adalah kritik yang membangun tanpa menjatuhkan orang lain secara personal, dan dilengkapi dengan rekomendasi agar tim dapat menjadi lebih baik ke depannya. Sesuaikan cara penyampaian dengan kepribadian setiap anggota kelompok agar kritik dapat diterima dengan baik.
Seorang motivator dan penulis buku Start with Why, Simon Sinek, menyatakan bahwa “Having each other’s back is what makes the highest performing teams in the world”. Dalam kata lain, tim yang kompak adalah tim yang anggotanya bersedia untuk membantu satu sama lain.
Itulah 3 strategi yang dapat kamu terapkan untuk membangun kekompakkan tim sebagai seorang pemimpin. Ingin tahu lebih jauh mengenai leadership dan teamwork? Kunjungi dan ikuti akun Instagram @aiesec.unpad untuk bahasan menarik lainnya!
