Di awal bulan September, akan selalu muncul frasa “wake me up when September ends’’ di berbagai media sosial. Hal ini bukan menjadi hal yang baru terjadi sekarang, tetapi sudah terjadi dari tahun ke tahun.
Frasa “wake me up when september end” merupakan potongan lirik dari lagu berjudul sama milik grup band Green Day. Lagu ini dirilis dalam album American Idiot yang rilis tahun 2004.
Lagu yang ditulis oleh Billie Joe Armstrong itu ditulis sebagai persembahan kepada Sang Ayah yang telah meninggal pada September 1982 akibat kanker. Billie mengatakan bahwa judul lagunya berasal dari kalimat yang ia ucapkan kepada ibunya setelah pemakaman ayahnya.
Dikutip dari NME, Billie berujar “Aku kira itu adalah sesuatu yang selalu kurasakan. September selalu mengingatkanku pada…, entahlah, seperti kekecewaan,”
“Rasanya aneh. Ketika sesuatu seperti itu terjadi saat usiamu masih muda, rasanya seolah kehidupan dimulai lagi dari nol,” lanjutnya.
Selain kisah dibalik lirik lagu Wake Me Up When September Ends yang sangat pilu, lagu ini juga dijadikan persembahan untuk korban Badai Katrina yang menerpa Amerika pada tahun 2005 silam. Badai yang merenggut 1.800 korban serta menciptakan kerugian sebesar 125 miliar USD.
Wake Me Up When September Ends juga menjadi lagu simbolik untuk peristiwa runtuhnya gedung World Trade Center di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Peristiwa ini menjadi sejarah kelam Amerika yang merenggut 2.996 korban jiwa dan 25.000 korban cedera.
Di era media sosial, penggunaan frasa ini digunakan untuk mengungkapkan kesedihan, kelelahan, dan rasa enggan melanjutkan kehidupan di bulan September. Namun, tak sedikit pula yang menjadikan frasa ini sebagai bahan bercandaan di bulan September.
Para fans dari grup band Green Day meminta untuk menghentikan candaan tentang frasa “Wake Me Up When September Ends”. Penggemar menganggap lagu yang ditulis Billie memiliki nilai emosional yang dalam untuk Billie sehingga tidak cocok untuk dijadikan bahan candaan.
Pada 2016 saat wawancara dengan Vulture, Billie berpendapat terhadap memes tentang lagunya. Ia berkata “Bersenang-senanglah, carilah kehidupan di waktu yang bersamaan”. Para fans yang membela menulis di akun twitter mereka “Apakah menyakitkan? Ketika tidak ada orang yang berpikir tweet Green Day tahunanmu itu lucu?” dan juga “Dengan segala hormat aku akan muntah pada orang yang membuat meme wake me up when september ends lagi”.
Ketika ditanya apakah Billie masih memikirkan tentang mendiang ayahnya ketika membawakan lagu tersebut, Billie berkata “Iya, aku memikirkan dia setiap hari, aku agak menghindari menulis lagu tentang dirinya, dan pada akhirnya menuliskan kisahnya seperti itu terasa sangat baik, itu tidak seperti emosi negatif semua, namun lebih seperti penghormatan pada ayahku.”
Oleh : LG 13/Muhamad Rahman
Editor : LG 12/Nurhaliza Chairindah
