Kematian Ratu Elizabeth II menjadikan duka yang mendalam bagi warga Inggris. Sang ratu menghembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke 96 tahun pada Kamis, 8 September 2022.
Beberapa kegiatan di Inggris dihentikan sementara sejak pemerintah menetapkan masa berkabung selama 10 hari. Ratu dimakamkan disamping makam sang suami Pangeran Philip kompleks The King George VI Memorial Chapel. Pemakaman Ratu Elizabeth II digadang-gadang merupakan pemakaman termewah jika dibandingkan dengan pemakaman keluarga kerajaan sebelumnya. Meskipun tidak disebutkan berapa biaya pemakaman ratu, banyak berita simpang siur terkait biaya yang dikeluarkan negara untuk pemakaman sang ratu.

Sumber: Kompas.com
Dibalik megah nya pemakaman ratu dan megahnya kerajaan Inggris, ternyata terdapat sisi gelap kerajaan Inggris yang tidak banyak diketahui publik, salah satunya adalah perseteruan antara pangeran charles dan pangeran andrew.
Sebagai putra mahkota, Pangeran Charles akan naik tahta menggantikan sang ibu menjadi Raja Charles
III. Dan sang istri Camilla otomatis menjadi seorang permaisuri.
Hal tersebut tentu menimbulkan pro kontra bukan hanya di dalam keluarga kerajaan tapi juga di masyarakat. Sebab, seperti yang kita ketahui citra Camilla yang memang tidak baik sejak awal. Ia digadang gadang menjadi “perempuan lain” dalam keretakan rumah tangga Raja Charles II dengan mendiang Lady Diana. Tidak jarang pula ia dibanding-bandingkan dengan Diana, princess of Wales.
Kehadiran Camilla dikeluarga kerjaan sering menjadi persebatan dalam keluarga bangsawan itu. Selain ratu Elizabeth II yang pada awalnya menentang kehadiran Camilla di keluarga, keluarga lain yang tidak menginginkan kehadiran Camilla di Keluarga kerajaan adalah Pangeran Andrew yang tidak lain adalah adik dari Raja Charles III. Seperti yang diketahui, Raja Charless yang dahulu memiliki gelar Prince of Wales tidak memiliki hubungan yang baik dengan sang adik, Pangeran Andrew.
Kerenggangan tersebut tidak lain dipicu karena adanya perselisihan antara garis tahta pertama dan kedua. Perlu diketahui, pangeran Andrew menduduki urutan kedua pewaris tahta inggris hingga lahirnya pangeran William, anak dari Raja Charless III yang kini menjadi pewaris tahta utama.
Upaya-upaya dilakukan pangeran Andrew untuk menggagalkan sang kaka naik tahta. Pangeran Andrew lebih menghendaki sang ponakan, Pangeran Wiliiam untuk naik menjadi Raja menggantikan posisi Ratu Elizabeth II. DIlansir dari tribunnews.com, sumber kerajaan menyatakan bahwa banyak upaya yang dilakukan oleh pangeran Andrew untuk menjatuhkan Raja Charles dan Istrinya, Camilla.
“Itu adalah masa-masa gelap dan aneh Andrew melobi sangat keras dengan harapan bahwa Charles tidak akan menjadi Raja ketika ibunya meninggal, dan bahwa William lah yang akan memakai mahkota. Perilakunya sangat, sangat negatif dan sangat tidak menyenangkan bagi Ratu Elizabeth yang tidak setuju. Saya diberitahu bahwa ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya,” ungkap sumber kerajaan. Ia juga menambahkan bahwa pangeran Andrew pun masih sangat membenci dan tidak menginginkan kehadiran Camilla di dalam keluarga kerajaan.
Terlepas dari masalah itu, publik kembali dihebohkan dengan pemberitaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan Pangeran Andrew. Andrew dicopot dari gelar ‘Yang mulia’ karena terlibat skandal pelecehan seksual. Pencopotan ini dilakukan setelah hakim menetapkan akan melanjutkan kasus ini atas laporan dari korban.

Sumber : Detikcom
Buntut dari kasus pelecehan seksual tersebut, Pangeran Andrew dilarang menggunakan seragam militer pada prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II. Istana Buckingham menyatakan bahwa pangeran Andrew dilarang menggunakan seragam militer lantaran gelar militernya sudah dicabut. Oleh karena itu, Pangeran Andrew diperbolehkan menghadiri upacara pemakaman ratu dengan menggunakan pakaian sipil. Bagaimana menurut kalian?
Oleh : LG12/Anindya Zahra
