Site Loader

Melalui program Outgoing Global Volunteer (oGV), AIESEC in Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terpilih untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui proyek lintas negara. Program ini bertujuan membentuk pemimpin muda yang adaptif, berwawasan global, serta mampu membawa dampak yang nyata di komunitas internasional.

Awal Perjalanan Raissa dan Proyek Global Classroom di Vietnam

Raissa Amira Adawiyah, salah satu exchange participant dari Unpad dalam program ini, menceritakan pengalaman menariknya di Vietnam dan bagaimana kesempatan ini mengubah dirinya menjadi lebih baik. Pertama kali Raissa mengetahui program oGV melalui Instagram AIESEC in Unpad. Sejak saat itu, Raissa mencari tahu lebih dalam mengenai program ini dan karena tertarik dengan hubungan internasional, Raissa segera mendaftarkan diri menjadi peserta oGV.

Di Vietnam, Raissa berpartisipasi pada proyek Global Classroom yang berfokus pada keberlangsungan pendidikan dan pengajaran, di mana partisipan memberikan pendidikan informal yang mendukung pembelajaran reguler dan meningkatkan wawasan anak-anak terhadap budaya negara lain dan bahasa asing.

Menghubungkan Beragam Budaya dalam Satu Ikatan

Melalui program ini, Raissa dapat memperluas koneksinya dengan berbagai individu yang memiliki latar belakang, kisah hidup dan budaya yang beragam, dari sesama partisipan ataupun siswa-siswa di sana.  Meskipun dengan keberagaman tersebut, Raissa menyatakan bahwa ia dan para peserta lainnya dapat menjalin ikatan yang kuat antara satu sama lain.

…But overall, my most precious moments are whenever I’m with the students or my precious fellow volunteers. It’s just so special how I can make connections with a lot of people there that has different backgrounds, different cultures, different stories, but somehow we all connect in a deep level and each one of them makes me feel at home, even though I’m a thousand miles away from home” kata Raissa kepada AIESEC in Unpad (21/04).

Tantangan Homesick di Negara Orang

Selain pengalaman yang berkesan, Raissa juga merasakan tantangan-tantangan sebagai partisipan global exchange. Salah satunya adalah homesick. Raissa mengungkapkan, ia merasa kesulitan selama di Vietnam karena jauh dari Indonesia, keluarga, dan juga teman-temannya.

Untuk melalui perasaan tersebut, Raissa bercerita dengan rekannya bernama Giorgos yang berasal dari Turki. Giorgos sering kali membantu Raissa ketika ia sedang homesick. Ketika berbincang dengan Giorgos, Raissa merasa lebih tenang dan menjadi lebih semangat dalam menjalani oGV. Tidak hanya itu, dengan dukungan dari keluarga dan juga teman-temannya di Indonesia membantu Raissa menangani perasaan homesick selama di Vietnam.

Menjadi Lebih Kuat, Mandiri, dan Adaptif

Pengalaman tersebut mengajarkan Raissa untuk lebih berani dan kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang di hidupnya. Raissa juga belajar untuk memandang dirinya lebih baik dari sebelumnya. Dengan memperluas koneksi melalui oGV, Raissa mendapatkan pengalaman cultural exchange yang sangat mempengaruhi hidupnya dan membuatnya mampu beradaptasi di berbagai lingkungan.

Raissa mengajak pemuda Indonesia untuk tidak takut dan keluar dari zona nyaman karena hal tersebut menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk berpartisipasi dalam oGV. “Jangan takut!! One of the main reason why akhirnya aku bisa step out of my comfort zone and ikut GV is because i remember one quote that sticks to my head at that time which says “Whenever you feel the fear of doing something outside of your comfort zone, that’s where you jump!” which means ketika kamu takut itu adalah waktunya kamu harus terjun dan lakuin hal itu. And that’s what keeps me awake and akhirnya bikin aku teguh buat ikut Global Volunteer…” ujar Raissa (21/04).

Penulis: Abigail Ghaissani Prafesa

Editor: Ghifari Yusuf Ramadhan

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×