
Sumber: Twitter Royal Family
Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada usia 96 tahun pada hari Kamis (8/9). Diumumkan oleh Istana Buckingham pada pukul 18:30 waktu setempat di Inggris bahwa, “Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini.”
Kematian Ratu Elizabeth II sontak menggemparkan seluruh dunia. Terlebih pemerintahannya merupakan yang terlama sepanjang sejarah Kerajaan Inggris, yaitu 70 tahun. Kematian seorang pemimpin negara persemakmuran Inggris ini memiliki dampak yang besar bagi dunia, di antaranya:
God Save the King
Pasca kematian Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles diangkat sebagai Raja Charles III sehingga lagu God Save the King kembali bergema dinyanyikan warga Inggris. Lagu ini diperkirakan akan berumur panjang mengingat Pangeran William dan dan Pangeran George merupakan pewaris takhta selanjutnya. Dalam konstitusi Inggris, lirik dan judul lagu kebangsaan akan menyesuaikan siapa pemimpin kerajaan pada masanya.
UK’s Economy
Selama 10 hari berkabung terhadap kematian Ratu Elizabeth II, keadaan ekonomi Inggris dapat terguncang oleh double-digit inflation, risk of recession, dan berbagai serangan ekonomi lainnya. Hal ini diakibatkan selama 10 hari berkabung menghambat program untuk menyelamatkan gejolak ekonomi di Inggris pasca Brexit.
Referendum Skotlandia
Perdana Menteri Skotlandia, Nicola Sturgeon, mengumumkan IndyRef2 yaitu program referendum kemerdekaan Skotlandia kedua pada bulan Juli 2022. Pasca kematian Ratu Elizabeth II, isu referendum Skotlandia semakin menguat akibat hilangnya sosok kuat yang memimpin negara persemakmuran Inggris tersebut. Kekecewaan terhadap pemerintahaan Elizabeth II juga ditunjukkan oleh negara lain.
Berlian Kohinoor
India sebagai salah satu anggota negara persemakmuran Inggris meminta Kerajaan Inggris untuk mengembalikan berlian Kohinoor yang terdapat pada mahkota Ratu Elizabeth II. Berlian tersebut memiliki julukan Mountain of Light dan merupakan berlian paling mahal di dunia sekitar 6 triliun rupiah.
Nasib Negara Persemakmuran Inggris
Selama dua dekade, permintaan Australia untuk menjadi negara republik terus ditolak. Momen kematian Ratu Elizabeth II dimanfaatkan oleh para negara anggota persemakmuran Inggris untuk memutuskan hubungannya dengan Inggris. Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan bahwa negaranya akan menjadi negara republik dalam masa hidupnya.
Kondisi di Irlandia Utara juga semakin memanas, kaum loyalis dan serikat buruh bergerak lebih aktif pasca kematian Ratu Elizabeth II. Serikat buruh mulai menguasai parlemen dan menginginkan Irlandia Utara untuk bergabung dengan Irlandia agar terlepas dari cengkraman Inggris.

Sumber: Pop Culturely
Kematian Ratu Elizabeth II, begitu banyak memberikan dampak pada kondisi sosio-politik dan ekonomi di dunia pasca kematiannya. Terlepas dari itu, God Save the King. Will He?
Oleh: LG12/Han
Editor: LG12/Amrizal Amarulloh
