Site Loader

Bukankah manusia tidak pernah puas? Hobi mengeluh, sulit bersyukur.





Tiga minggu lalu aku mengeluh karena kesibukanku di setiap harinya. Bangun lebih pagi, berangkat awal untuk menghindari macet di Bunderan Cibiru dan Cinunuk.

Beres kuliah lanjut kegiatan organisasi, waktu kosong di pake buat ke lab ngurusin riset sampe bingung waktu untuk makan kapan, dikasih waktu untuk tidur sejam di Namira tuh rasanya  bersyukur banget.  Lanjut, sore harinya kegiatan organisasi.

Pulang maghrib, belum lagi ujan-ujanan di jalan, kejebak macet di jalan padahal lagi posisi capek  banget.  Sesampainya di rumah, langsung mandi, makan lanjut nugas sampe larut malem.  Gitu aja terus rutinitas aku di setiap hari.

Aku sering merasa kesal ketika terjebak macet, seakan-akan aku tidak terima akan takdirku, aku  mengeluh, “Ya Allah kenapa hidup gini-gini terus, aku butuh istirahat dari semua ini”.




Dan kamu tau? Doa itu sekarang terkabul.

Allah ingin aku merasakan tidak perlu lagi berangkat pagi untuk ke Jatinangor,  tidak perlu lagi macet-macetan di jalan yang bikin aku kesal, tidak perlu lagi hujan-hujanan dijalan, tidak perlu lagi sibuk organisasi,  tidak usah bingung lagi waktu makan atau waktu tidurku kapan, tidak perlu lagi menjalani hidup seperti ‘dikejar-kejar anjing’.


Dan selama aku menjalani ini,  aku merasa rindu dengan kesibukan organisasi yang tiada henti, rindu di jalan, rindu menghirup  udara segar, rindu main sepeda, rindu tidur di Namira, rindu naik motor, ingin ketemu teman-teman,  bosan di rumah dan lain sebagainya.

Aku makin sedih ketika tau kuliah daring ini hingga akhir semester, yang artinya aku tidak ke kampus  selama itu. Setelah aku menjalani 12 hari lamanya self quarantine, ini membuat aku merenung dan muhasabah  diri.


Ternyata Allah mengabulkan doaku supaya aku tetap bersyukur dengan aku jalani di setiap hari, serta menyadarkanku untuk selalu bersyukur atas setiap situasi yang aku jalani. Ini adalah secuil hikmah yang bisa diambil dari pandemi covid-19.

Cepat pulih dunia, cepat berdamai, supaya aku bisa menikmatimu lagi. Diam di rumah dan jaga kesehatan, supaya kita bisa jumpa lagi.

Cibiru, 27 Maret 2020
Gita Puspitasari

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×