Site Loader

Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Seluruh umat muslim di dunia bersemangat untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini, tidak terkecuali umat muslim yang berada di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia.

Bulan Ramadan di Indonesia lekat dengan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Meskipun dua kali kita melaksanakan Ramadan dalam keadaan pandemi, hal tersebut tidak menurunkan semangat kita untuk melakukan ibadah dan kegiatan yang pada bulan Ramadan. Mulai dari kegiatan keagaamaan ataupun tradisi.

Kegiatan keagamaan yang biasa kita lakukan setiap tahunnya adalah salat tarawih berjemaah dan berselawat di masjid, sedangkan kegiatan tradisi yang biasa dilakukan yaitu menyekar dan berbuka puasa bersama.

Salah satu kegiatan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari bulan Ramadan adalah ngabuburit. Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang memiliki makna bersantai sambil menunggu waktu sore. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan pada saat ngabuburit, seperti bertadarus Al-Quran dan mendengarkan kultum di televisi.

Namun, ngabuburit yang paling umum dilakukan masyarakat Indonesia adalah mencari takjil. Takjil sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti “kesegaran”. Dalam konteks ini dapat diartikan sebagai kesegaran setelah buka puasa. Lambat laun takjil lekat dalam penggunakan makna dari makanan pembuka saat buka puasa.

Sebelum pandemi, hampir semua jalan utama di Indonesia memiliki pasar kaget menjelang buka puasa. Lokasi yang kerap dijadikan pasar kaget adalah kawasan wisata dan perkantoran, di dalam lingkungan perumahan, pinggir jalan raya dan sebagainya termasuk di wilayah Jatinangor. Pada tahun ini pasar kaget yang biasa untuk berjualan takjil sebelumnya berada di Balé Pabukon, pindah ke kawasan Sabusu di samping ITB Jatinangor.

Hanafi yang merupakan salah satu panitia pasar kaget di Sabusu dari lembaga WOW project mengatakan bahwa pasar kaget ini sudah berdiri sejak 17 April yang lalu dan akan berhenti pada 10 Mei 2021 mendatang. Setiap hari pasar kaget ini buka pukul 3 sore sampai 9 malam.

Penyelenggara pasar kaget di Sabusu adalah Komunitas Jatinangor, UMKM di wilayah Jatinangor dan Sabusu itu sendiri. Pasar kaget ini telah mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dengan mengecek suhu tubuh dan memberikan hand sainitizer saat masuk. Di dalam pasar kaget tidak terlalu ramai sehingga masih sangat memungkinkan untuk berjaga jarak.

Selain menjual takjil, pasar kaget Sabusu juga menjual pakaian dan tanaman. Ini merupakan hal yang baru dan berbeda dari pasar kaget bulan Ramadan lainnya. Pasar Kaget Sabusu juga menyajikan live music yang diselenggarakan setiap hari oleh penampil yang merupakan panitia pasar kaget itu sendiri.

Toko atau stand yang dapat bergabung di pasar kaget Sabusu sendiri adalah UMKM Jatinangor. Untuk UMKM di luar wilayah atau di luar kepentingan wilayah Jatinangor belum diizinkan untuk mendirikan stand di Pasar Kaget Sabusu termasuk kepentingan pencarian dana organisasi atau kepanitiaan.

Pasar kaget Sabusu mematuhi protokol kesehatan COVID-19

 

Reporter: Ratri Ayu Azizah – LG11
                   Natasya Belinda – LG10
Editor : Farahdilla Maulida – LG12

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×