Jika membahas kegiatan kemahasiswaan Unpad, kurang lengkap rasanya jika tidak mengulas Unit Kegiatan Mahasiswa pada bidang olahraga. Salah satu kegiatan yang biasanya mahasiswa ikuti untuk menyalurkan minat dan melepas penat di sela-sela letihnya perkuliahan. Lantas bagaimana kabar UKM olahraga di masa pandemi?
Di Faperta, salah satu UKM olahraga, IVBF (Ikatan Volleyball Fakultas Pertanian) mengadakan program kerja ‘IVBF Asik’ yaitu latihan rutin secara masing-masing untuk seluruh anggotanya dalam kurun waktu dua minggu sekali, tetapi latihan ini lebih fokus pada bagian fisik masing-masing individu dengan tipe yang dibedakan antara tubuh bagian atas dan bawah.
Prosedur dan tata cara untuk latihan diarahkan dengan pematerian dari senior IVBF di dalam grup media sosial anggota IVBF. Setelah itu, seluruh anggotanya ditugaskan untuk mempraktikkan masing-masing.
Ketua IVBF, Alif Razaqa, membeberkan bahwa sulit untuk membuat pelatihan online yang efektif. “IVBF Asik ini tetap mempunyai form absen dengan kewajiban upload bukti, tetapi efektivitasnya itu masih kurang karena bukti-bukti yang mereka (anggota) upload masih bisa dimanipulasi.“ ujar Kang Alif.
Sementara itu, IVBF belum membuat program latihan online dengan bola voli karena minimnya kepemilikan bola oleh anggota. Selain kegiatan olahraga, IVBF juga mencoba lebih mengakrabkan anggota-anggotanya melalui bonding online seperti games online karena tidak adanya pertemuan offline sesama anggota terutama anggota baru.
Di Fakultas Pertanian sendiri, pihak fakultas memang belum mengizinkan untuk dapat berkegiatan di lingkungan fakultas. “Dari fakultas lain saya liat ada beberapa UKM yang bisa olahraga di Unpad, cuman dari faperta kebijakannya belum bisa”, ungkap Kang Alif.

Bertolak belakang dengan IVBF, UKM PSFP (Perhimpunan Sepakbola dan Futsal Pertanian) memiliki kesibukan mutlak pada Fun Games yang dilaksanakan secara langsung di lapangan futsal di Kota Bandung. Kegiatan ini mengundang banyak partisipan tanpa terkecuali anggota-anggota baru.
Ketua Divisi Olahraga PSFP, Sensen Septiadi, menjelaskan “Kita masih sekedar mengadakan fun games kaya mini soccer atau futsal, bukan lawan fakultas lain tetapi masih internal aja dan itupun dilaksanain dua atau sebulan sekali”. Fun Games ini juga tidak begitu ketat karena dianggap permainan dan bukan latihan rutin.
Setelah sekian lama tidak ada kegiatan eksternal, PSFP memungkinkan untuk kembali mengikuti kompetisi setelah terbitnya kompetisi ‘Action’ pada akhir Juni nanti. “Untungnya dari BEM Faperta ada ‘Action’ kayak kompetisi olahraga dan e-sports gitu dan disitu ada futsal, otomatis PSFP juga akan ikut tetapi masih rencana sih”, tambah Kang Sensen.
PSFP belum kunjung menggelar latihan rutin baik online maupun offline semenjak terjadinya pandemi. Namun, seiring adanya kompetisi ‘Action’, PSFP sudah merencanakan untuk kembali mengadakan latihan rutin kedepannya dalam kurun waktu satu sampai dua minggu sekali.
Kedua UKM tersebut juga berharap atas adanya perkembangan dari pihak fakultas mengenai perizinan kegiatan keolahragaan seiring keputusan universitas yang akan melaksanakan perkuliahan secara hybrid pada Agustus nanti.
Reporter: LG12/Ranendra Kreshnatama
Editor: LG12/ Andara Melati Rahadian
Persma Genera 2021
