
Bagi para mahasiswa yang menghabiskan masa liburannya di Jatinangor, sudah mengetahui sejak bulan Juli lalu mengenai penutupan akses masuk pada Gerbang D atau Gerbang lama yang biasa disebut “Gerlam”. Penutupan ini bersifat sementara karena adanya kegiatan revitalisasi sebagai bentuk peremajaan dan peningkatan kualitas dari segi keamanan, kenyamanan, serta dari segi keindahan.
Revitalisasi ini akan mengedepankan akses yang dapat memperlancar alur masuk dan keluar kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki, mengingat Gerlam merupakan gerbang terdekat dengan pemukiman atau tempat tinggal mahasiswa. Dari segi keindahan, revitalisasi ini diharapkan dapat membawa perubahan wajah baru pada Gerbang Lama dengan adanya monumen sebagai simbol keunpadan yang dibangun di area tengah sebagai ikon penyegar di sisi selatan Unpad.
Informasi mengenai hal tersebut telah dijelaskan secara singkat oleh Bapak Edward Henry selaku Direktur Sarana, Prasarana, dan Manajemen Aset Universitas Padjadjaran dalam video yang diunggah di media sosial resmi Universitas Padjadjaran. Dalam video tersebut, Bapak Edward menyatakan bahwa revitalisasi diharapkan dapat selesai pada bulan Agustus 2024. Namun, terkait estimasi pembangunan, terdapat kemungkinan keterlambatan yang diakibatkan oleh berbagai faktor.

Ketika diwawancara pada tanggal Kamis, 01 Agustus 2024, Pak Abay selaku mandor memberikan asumsinya terkait estimasi tersebut, ”Memang kalau dari Unpad sendiri mengharapkan pembangunan bisa selesai di Bulan Agustus ketika Mahasiswa baru sudah mulai berkuliah.Meskipun per tanggal 1 agustus ini pembangunan masih sekitar nol koma sekian persen, tetapi kami para pekerja berusaha mencapai target yang diberikan unpad untuk membereskan revitalisasi secepatnya.”
Namun, untuk mencapai target tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar kendali, seperti cuaca dan kondisi alat. Pak Abay menambahkan bahwa alat yang tiba-tiba macet dapat menghambat pekerjaan selama beberapa jam. Hal ini sangat memengaruhi progres pembangunan setiap harinya.
Pak Abay dan rekan-rekan pekerja lainnya tentu bekerja keras dalam hal waktu, tetapi tetap mengutamakan hasil yang baik dan sesuai. Pak Abay juga menyatakan bahwa revitalisasi ini nantinya dapat menjadi tempat yang bagus untuk berfoto, dan monumen keunpadan tersebut bisa dilihat oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan lokasi Gerlam yang berada di Jalan Raya Jatinangor, yang mana merupakan jalan penghubung antar kota.
Beralih dari tujuan dari revitalisasi, lalu bagaimana alur mobilisasi ketika gerbang lama sebagai gerbang utama bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua ini ditutup sementara?
Perubahan akses keluar masuk bagi kendaraan roda dua sementara dipindahkan ke Gerbang B, sedangkan akses pejalan kaki tidak sejauh dipindahkan ke Gerbang B. Akses sementara terletak persis di seberang Bale Pabukon, berupa jembatan kecil yang terbuat dari kayu dan besi sehingga diperlukan kehati-hatian dan diperkirakan harus mengantre jika keadaannya ramai.
Selain itu, terdapat informasi penting lain mengenai keberadaan pos satpam di area Gerlam. Sebagai imbas dari pembangunan revitalisasi, saat ini pos tersebut dipindahkan sementara. Hal ini dibenarkan oleh Pak Enjang selaku satpam yang bertugas di daerah sekitar Masjid Raya Unpad ketika diminta untuk berfoto, “Saya ajak Pak Gahar ya, beliau itu satpam di Gerlam, cuman saat revitalisasi ini, kalau untuk istirahat biasa di pos di MRU ini.”

Pak Gahar dan Pak Enjang merupakan satpam yang bertugas di lingkungan dekat Gerlam. Pak Gahar dan Pak Enjang dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai fasilitas lingkungan sekitar, termasuk mengenai akses keluar masuk pasca penutupan akibat revitalisasi tersebut.
Penulis: Nisa Auliya Majid
Editor: Dikri Abdul Rojak
