Site Loader

Adanya bencana global Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan seluruh kegiatan dan rutinitas berubah, salah satunya kegiatan pembelajaran daring. Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran yang diadaptasikan terkait kondisi apapun dan menuntut untuk tetap bisa berjalan serta mencapai kompetensi mahasiswa yang diinginkan.

Keadaan tersebut membutuhkan adanya pembaharuan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, Unpad terus melakukan pengembangan. “Sudah lebih dari 45%, dosen menggunakkan Live Unpad,” Ujar Muhammad Amir Solihin, S.P., M.T. selaku Ketua Program Studi Agroteknologi Unpad. Live Unpad sudah terintegrasi dengan sistem. Semua mahasiswa dan dosen dapat mengakses langsung dari account sendiri.

“Dibuat strategi cepat dari Universitas yang kemudian diimplementasikan di tingkat Fakultas dan Prodi meliputi berbagai aspek yang harus dipersiapkan berdasarkan berbagai pertimbangan kebelakang dan yang sekarang dihadapi,” Jawab Pak Amir saat ditanya mengenai kesiapan tatap muka pada semester depan.

Ketua Program Studi Agroteknologi Unpad, Muhammad Amir Solihin, S.P., M.T.
saat diwawancara secara daring. Sumber : Doc. Pribadi


Rencananya, semester yang akan datang Unpad sebagai hybrid University yang menyelenggarakan proses pembelajaran dengan mengkombinasikan antara daring dan laring. Pertemuan tatap muka yang direncanakan berbeda dengan yang lalu. Tidak akan melibatkan banyak orang dan lebih banyak berbasis pada kelompok.

Periode durasi April hingga Juni dilakukan persiapan kurikulum seperti bahan modul yang harus dikembangkan dan fasilitas kelas yang harus dimodifikasi. Sehingga, ketika memasuki semester depan proses pembelajaran hybrid sudah mulai bisa diadaptasikan.

Perkuliahan Secara Hybrid. Sumber : regional.kompas.com


Pak Amir juga menyebutkan bahwa, dengan adanya pandemi perlu adanya penyesuaian, sehingga melakukan finalisasi pada periode Mei hingga Juli dengan kurikulum berbasis outcome base education. Pencapaian penerapan pembelajaran berbasis outcome adalah penguatan karakter dan soft skill. Ditambah dengan adanya pembelajaran yang dilakukan di Universitas dan ada juga yang diluar Universitas.

Namun infrastruktur lain dari Unpad juga telah dipersiapkan dengan adanya Live Unpad, Mooc Unpad, jaringan internet, dan lain-lain untuk fasilitas interaksi daring agar berjalan lebih mudah. Tidak memungkinkan untuk menggunakan Google Meet, Google Classroom, Zoom Meet yang dapat menambal kelemahan yang masih ada.

Dengan diterapkan hybrid University di Unpad, metode ini dinilai efektif untuk kegiatan belajar mengajar mahasiswa. Bagaimana tidak? Metode ini sangat membantu untuk para mahasiswa yang memang memerlukan praktik di dalam perkuliahannya, tidak hanya berbasis pada isi tetapi bisa mengarahkan mahasiswa untuk bisa berpikir secara kritis.

Untuk mencegah timbulnya cluster baru di lingkungan kampus, Unpad dalam melaksanakan pembelajaran secara tatap muka menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sehingga, kelas untuk kegiatan pembelajaran dimodifikasi dari segi kapasitas kelas dan lamanya waktu pembelajaran agar dapat menjamin keamanan kesehatan para mahasiswa maupun dosen.

“Wajar jika suatu saat ketika dilaksanakan namanya baru pertama kali masuk suatu metode yang baru mengalami suatu ada kendala-kendala atau masa-masa yang belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang direncanakan karena masa transisi tidak bisa saklek begitu saja.” Ucap Pak Amir.

Penulis: Natabella Jullie (LG 10), Myriam Amanda (LG 10), Gary Akbar Ryu Zendo (LG 10)
Editor: Gary Akbar Ryu Zendo (LG 10)

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×