Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) merupakan kompetisi pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle, UAV) yang paling bergengsi di Indonesia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang diperuntukkan bagi seluruh universitas di Indonesia.
Kompetisi ini juga bertujuan agar meningkatnya prestasi mahasiswa, kemampuan akademik, wawasan dan kecintaan mahasiswa terhadap bidang teknologi yang harapannya nanti mampu membuat perubahan dan kemajuan teknologi di Indonesia. Revolusi Industri 4.0 menjadikan mahasiswa lebih kreatif, adaptif, dan memiliki soft skill yang baik.

Sumber: okezone.com
Pemantauan dan pemetaan secara real-time kawasan-kawasan kritis seperti daerah konflik penguasaan lahan (tambang, maritim, dsb.), perbatasan antar negara, perkebunan, dan lain-lain, adalah obyek-obyek garap yang sangat potensial atas pemanfaatan sistem-sistem nirawak ini dan merupakan salah satu alasan dilahirkannya KRTI oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas).
Pada tahun 2013, kompetisi diselenggarakan pertama kali oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Di tahun 2021, pelaksanaan KRTI 2021 dilakukan secara daring oleh PUSPRESNAS dan penambahan divisi.
KRTI memiliki empat divisi perlombaan, yaitu Divisi Racing Plane sebagai entry level, Divisi Fixed Wing sebagai middle level dan real application, Divisi Vertical Take-off and Landing sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi, dan Divisi Technology Development sebagai konsep pengembangan teknologi pesawat nir awak. Mulai dari tahun ke tahun, KRTI memiliki inovasi yang dari semakin berkembang dalam setiap kompetisinya.
Unsur penilaian yang jelas dinilai sangat lah kompelks, dimulai dari originalitas, inovasi, material dan teknologi fabrikasi, hingga performa pada masing-masing pesawat lah yang sangat diliat. Sejauh ini masih banyak perguruan tinggi yang melewati evaluasi tahap dua dilansir dari Surat Pengumuman Peserta Lolos Evaluasi Tahap II. Tentunya inovasi yang terbaik lah dari tahun ke tahun yang dilihat oleh Pusat Prestasi Nasional.
Maka dari itu, dengan diadakannya KRTI ini, Indonesia perlahan dapat mengembangkan bidang teknologinya dan para generasi muda Indonesia didukung untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nirawak baik di udara maupun
di angkasa lepas di masa-masa selanjutnya.
Oleh:
Reporter: LG10 / Vetty Mellynowski
Editor: LG12 / Raihan Farros
