Site Loader

Sejak awal tahun 2020, dunia dihebohkan oleh virus baru yang mematikan serta penyebarannya yang terbilang sangat cepat, yaitu Covid-19. Dikarenakan hal tersebut, seluruh kegiatan terpaksa harus dilakukan secara jarak jauh untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Lantas, bagaimana kabar Jatinangor sejak ditinggal oleh para mahasiswa Unpad?


Pihak Universitas Padjadjaran telah mengeluarkan surat keputusan bahwa terhitung sejak tanggal 18 Maret 2020 sampai akhir semester genap dan ganjil, seluruh kegiatan pembelajaran secara tatap muka diubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Sehingga, banyak mahasiswa perantau yang lebih memilih untuk kembali ke kampung halaman mereka.




Suasana pertigaan Jalan Raya Bandung-Sumedang dan jalanan gerbang lama Unpad (April 2020)

Kepulangan sebagian besar mahasiswa ke kampung halaman memberi dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan di Jatinangor, di antaranya adalah jalanan menjadi lebih sepi, banyak café dan warung makan yang tutup, sehingga membuat mahasiswa yang masih menetap di Jatinangor cukup kesulitan untuk membeli makanan.



Unpad sendiri semakin memperketat penjagaan untuk akses masuk ke dalam lingkungan kampus dan memberikan supply makanan bagi mahasiswa yang masih menetap di asrama yang berada di dalam lingkungan kampus. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus di lingkungan kampus Unpad Jatinangor.



Dalam upaya pemberian bantuan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh atau daring ini, pihak Universitas Padjadjaran yang juga dibantu oleh para donatur memberikan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, masker, hand sanitizer, kuota gratis, dan lain-lain bagi mahasiswa yang berada di luar lingkungan kampus.



Disisi lain, berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri, kampus IPDN Jatinangor hanya melakukan kuliah jarak jauh tanpa memberikan kepulangan untuk praja ke daerah asal mereka hingga pandemi ini berakhir.



Selain itu, untuk wilayah Jatinangor, tepatnya di dekat Masjid Al-Jabbar pada bulan April kemarin terdapat posko penanganan Covid-19. Tempat perbelanjaan seperti Griya dan Jatinangor Town Square (Jatos) juga memperketat penjagaan dengan mewajibkan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak fisik (physical distancing).


Pemerintah Kabupaten Sumedang pun memberikan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketanggapan pada masa wabah Covid-19 ini. Masyarakat dihimbau untuk melakukan kegiatan di rumah saja dan hanya keluar untuk keperluan yang sangat penting saja serta menggunakan masker pada saat keluar rumah.



Pemerintah juga menghimbau untuk menerapkan perilaku physical distancing dengan memberikan jarak pada orang lain pada radius dua meter. Selain itu, protokol kesehatan harus dilakukan untuk menjaga kesehatan seperti mencuci tangan dengan menggunakan sabun selama 40 sampai 60 detik.

Suasana perempatan jalan (April 2020) Instagram.com/inharmonia
Suasana pertigaan Jalan Sayang (April 2020) Instagram.com/inharmonia
Suasana Unpad di malam hari

Sesungguhnya Jatinangor yang kita kenal adalah Jatinangor yang selalu ramai, bukanlah seperti Jatinangor yang sunyi dan sepi pada bulan April kemarin akibat sebuah pandemi yang melanda. Semoga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan kita semua dapat beraktivitas normal kembali di kawasan pendidikan, Jatinangor. (Calon LG 11/Khansa Nurjihan dan Zidan Zulfikar)

 

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×