Site Loader
Erik Ten Hag, Pelatih Kepala Manchester United
Sumber: goal.com

Emyu atau MU (Manchester United), Setan Merah asal Manchester yang termasuk memiliki fanbase sepak bola terbesar di dunia kerap menjadi trending belakangan ini, bukan seperti sebelum-sebelumnya yang selalu menjadi hiburan para penggemar tim lawan karena performa buruknya, tetapi sekarang para penggemar MU sudah bisa tersenyum lebar dan bernapas lega.

Bagaimana tidak, tim asal Manchester tersebut telah memenangi empat laga beruntun dari total enam laga setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan pertama dalam lanjutan kompetisi Liga Premier Inggris 2022/2023. 

Empat laga belumlah disebut jumlah yang panjang untuk mengarungi kesuksesan musim ini, tetapi jumlah tersebut tidaklah sedikit dan menjadi bukti bahwa perlahan-lahan tim ini sedang bangkit dan membangun konsistensi yang baik. 

Apalagi, dua dari empat tim yang telah ditaklukkan adalah Liverpool dan Arsenal yang merupakan klub besar dengan squad berkualitas sehingga kemenangan-kemenangan ini pantas disyukuri dan dirayakan mereka semua.

Banyak opini keluar dari netizen penggemar si kulit bundar termasuk saya tentang faktor yang menyebabkan MU mengalami tren positif belakangan ini. Banyak yang bisa menjadi faktor kemenangan tim sepak bola, mulai dari gaya bermain, kualitas pelatih dan pemain, hingga keberuntungan. Faktor-faktor tersebut tentunya saling berhubungan satu sama lain.

Faktor utamanya yakni pelatih karena pelatih merupakan pengambil keputusan di dalam permainan suatu tim. Suatu tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain berkualitas tinggi, tetapi juga membutuhkan pemain yang dapat memahami instruksi pelatih sehingga mereka memiliki kekompakan satu sama lain untuk mewujudkan sistem bermain yang difilosofikan oleh seorang pelatih.

  Erik Ten Hag, juru taktik baru Manchester United asal Belanda ini memiliki riwayat yang luar biasa dengan klub sebelumnya. Di Ajax Amsterdam, Ten Hag mempersembahkan beberapa gelar bergengsi di Belanda dan selalu berhasil menembus kompetisi terbesar sepak bola antar Eropa, UEFA Liga Champions dengan pencapaian terbaiknya yaitu lolos semifinal musim 2018/2019. 

Jadi, tidak diragukan lagi kualitasnya yang membawa gaya permainan baru di Manchester United. Gaya permainan baru yang ia terapkan ini mesti didukung asuhannya yang mampu bermain seperti yang ia inginkan.

Lisandro Martinez, Bek Anyar asal Argentina
Sumber: Man United News

Jelas bahwa Erik Ten Hag cukup ambisius dibantu pihak klub yang menggelontorkan dana fantastis untuk membawa dua pemain kunci asuhannya di Ajax yakni Lisandro Martinez (Bek Tengah) dan Antony (Penyerang). Sementara pada era sebelumnya, klub jarang memberi kebebasan transfer pemain sesuai keinginan pelatihnya

Klub juga memboyong sejumlah pemain baru Elite incaran Ten Hag lainnya seperti Martin Dubravka (Kiper) dari Newcastle United, Tyrell Malacia (Bek Kiri) dari PSV Eindhoven, Casemiro (Gelandang Bertahan) dari Real Madrid, dan Christian Eriksen (Gelandang Serang) dari Brentford. 

Perubahan dimulai dari pertandingan ketiga Liga Premier Inggris yang mempertemukan mereka dengan rival bebuyutan, Liverpool FC. Ten Hag membangkucadangkan kapten tim, Harry Maguire, di posisi bek tengah yang diduga kerap menjadi dalang kekalahan dan kebobolannya tim dengan kesalahan-kesalahan fatalnya di lini belakang lalu menggantinya dengan Lisandro Martinez.

Selain itu, Ten Hag mengisi Tyrell Malacia di posisi bek kiri yang biasanya posisi tersebut diisi Luke Shaw, menukar Fred dengan Scott McTominay untuk mendampingi Christian Eriksen di tengah, dan yang lebih beraninya lagi ia mengganti legenda klub, Cristiano Ronaldo dengan  produk asli manchester, Marcus Rashford, di posisi ujung tombak.

Pergantian tersebut menghasilkan pertahanan solid untuk MU dan membuahkan kemenangan perdana di lanjutan Liga Premier Inggris atas Liverpool dengan skor 2-1. Laga ini yang menjadi cerminan Ten Hag untuk mempertahankan komposisi pemain tersebut pada pertemuan seterusnya

Alhasil, terbukti lini belakang mereka sukses bertahan menahan gempuran musuh dengan diimbangi kompaknya lini tengah dan depan untuk memastikan tiga kemenangan beruntun berikutnya yang diraih dengan catatan skor 1-0 V Leicester, 1-0 V Southampton, dan 3-1 V Arsenal. 

Keputusan tegas nan berani juru taktik anyar tersebut berhasil menaikkan moral tim dan menghangatkan suasana ruang ganti dengan mempersembahkan hasil yang seharusnya ditunjukkan oleh klub besar. Patut terus ditunggu dan disaksikan seberapa jauh Manchester United melaju dengan Erik Ten Hag di musim pertamanya melatih.

Oleh: LG12/Ranendra Kreshnatama W.

Editor: LG12/Amrizal Amarulloh

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×