Dikenal sebagai negara agraris, Indonesia faktanya masih mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Isu impor beras kerap kali menjadi topik hangat dan ramai dibicarakan.
Diawal tahun 2023, pemerintah telah mengimpor sebanyak 500.000 ton beras. Hal ini dilakukan Perum Bulog dengan dalih untuk memenuhi cadangan beras pemerintah hingga Januari-Februari 2023.
Impor beras yang dilakukan pemerintah guna menstabilkan harga pasar, mengimbangi produksi beras lokal, dan memenuhi kebutuhan nasional juga membawa beberapa permasalahan. Salah satunya adalah terancamnya kesejahteraan petani lokal.
Petani lokal harus bersaing harga dengan beras impor, yang mana para petani lokal ini harus rela menjual hasil panennya dengan harga yang lebih rendah.
Jika kegiatan impor beras ini terus dilakukan dapat mengancam keberlangsungan hidup petani lokal. Beras lokal tidak mampu lagi bersaing dengan beras impor yang membuat petani lokal harus mengurangi produksi beras.
Presiden Joko Widodo sempat berjanji takkan lagi melakukan impor bahan pangan pada awal kepemimpinannya, namun faktanya Indonesia masih membeli beras dari luar negeri.
M. Nadhim Ardiansyah selaku Presidium Nasional 1 Ikatan BEM Pertanian Indonesia saat ditemui pada aksi tolak impor beras menyatakan bahwa ditemukan adanya perbedaan argumen antara Permentan dan Bulog.
“Permentan tidak mau adanya impor beras, namun pihak Bulog mengatakan cadangan beras pemerintah mengalami defisit” ucap Nadhim. Nadhim juga menuturkan adanya indikasi permainan mafia-mafia beras.
IBEMPI, menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan konflik impor beras yang selalu terjadi setiap tahunnya. Masalah ini sangat mencekik petani lokal.
Oleh: Muhamad Rahman LG 13
Editor: Andara Melati LG 12
