Site Loader
Digital Transformation
Sumber: liputan6.com

Virus Corona atau COVID-19 telah menjadi perhatian hampir di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Virus yang telah ditetapkan sebagai pandemi global saat ini telah membuat berbagai sektor penting mulai dari pendidikan, industri, maupun bisnis menjadi terhambat. Penyebaran virus yang begitu cepat mengakibatkan berbagai negara di dunia menerapkan sistem lockdown, tak terkecuali Indonesia yang menerapkan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Keputusan pemerintah ini membuat kegiatan pendidikan, perkantoran, pariwisata, dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga sudah banyak yang mengandalkan internet. Akibatnya, kebutuhan penggunaan internet melonjak dan internet bukan lagi sebagai pelengkap melainkan hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang banyak berkegiatan dalam dunia pendidikan dan perkantoran.

Dengan akses internet yang memadai, semua bisa dilakukan dari rumah. Bahkan pasar tradisional sudah mengandalkan ojek online dalam proses pengantaran barang. Aplikasi pembelajaran daring seperti Ruangguru, Zenius, Google Classroom, dan sebagainya juga banyak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran selama pandemi. Selain itu, sarana hiburan seperti Netflix dan Youtube juga mengalami peningkatan pada grafik penggunanya.

Pandemi ini telah mengajarkan pada semua pihak untuk dapat beraktivitas secara online. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa transformasi digital akan berlangsung lebih cepat dari yang seharusnya. Adanya virus corona benar-benar memacu manusia dalam pemanfaatan teknologi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup melalui pengembangan berbagai layanan demi tercapainya efisiensi waktu.

Selain teknologi dan digitalisasi, virus corona juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Banyak orang yang terpaksa menutup usahanya dan kehilangan pekerjaan sehingga ekonomi mereka terhambat.



Suasana pertokoan di Pasar Baru, Jakarta Selatan
Sumber: indozone.id

Bagi masyarakat yang memiliki UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tentunya akan menjadi beban karena kurangnya pemasukan sehingga tidak dapat membayar gaji pekerja serta biaya operasional dan non operasional lainnya. Para pekerja pun tidak mendapatkan penghasilan dan beberapa diantaranya terpaksa pulang ke kampung halaman karena tidak dapat memenuhi biaya hidup di tempat perantauannya.

Selain itu, banyak pusat perkantoran yang menghentikan pelayanannya sementara waktu dan menggantinya dengan WFH (Work From Home) dimana para karyawan dapat melakukan pekerjaannya meski dari rumah saja. Walaupun sudah ada solusi WFH, beberapa perusahaan memilih untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya demi mengurangi beban keuangan perusahaan.

Tidak hanya perekonomian masyarakat, virus corona juga berdampak pada perekonomian sektor pariwisata di Indonesia. Hal ini merupakan dampak dari adanya anjuran physical distancing membuat orang-orang tetap berada di rumah dan tidak pergi keluar untuk sementara waktu. Dengan begitu, pengunjung tempat pariwisata akan menurun atau bahkan tidak ada sampai pandemi virus corona ini selesai.

Virus corona telah mengubah keadaan dan diharapkan semua orang dapat menaati anjuran pemerintah untuk menghindari penyebaran virus ini. Kita semua berharap agar pandemi ini segera berakhir. Jika pandemi ini berakhir, semua orang akan dapat melakukan aktivitasnya masing-masing seperti semula dalam keadaan sehat dan aman. (Calon LG 11/Alfito R dan Tsamara T)

Editor : Dian dan Risda

 

Post Author: Persma Genera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×