Site Loader

Zaman sekarang siapa sih yang gak kenal dengan istilah self love? Istilah tersebut pasti udah gak asing lagi bagi masyarakat sekarang, tapi masih banyak orang yang kurang memahami makna dari self love itu sendiri.

Self love memang merupakan hal yang positif untuk diri kita sendiri, terutama bagi kebahagian dan kesehatan mental kita, namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam penerapannya yang malah menyebabkan kesan fake love lho! Tujuan dari self love sendiri untuk memberikan hal positif bagi kita sehingga dapat tampil lebih percaya diri dan dapat menerima diri kita apa adanya sehingga dapat melakukan perubahan yang baik.

Fake self love sendiri merupakan perasaan dimana kita menganggap diri kita sudah melakukan self love dengan baik, padahal tidak. Sering kali perasaan fake love ini membuat kita egois dan tidak mau menerima kritik dari orang lain. Sikap tersebut malah akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri, bukannya menjadi lebih baik malah menjadi tak acuh pada diri sendiri dan menganggap apapun yang dilakukan adalah sebuah kebenaran dalam bentuk self love.

Dikutip dari popbela.com, terdapat beberapa hal yang menandakan fake self love, yaitu membiarkan diri apa adanya, mengeluarkan diri dari proses pembenahan diri, membatasi masukkan dari orang lain, memprioritaskan diri di atas kewajiban, dan menganggap diri sebagai sosok yang paling benar.

Ilustrasi Self Love
Sumber: indiatvnews.com


Seiring berjalannya waktu kita sering melewatkan pengalaman dan menyadari kekurangan kita. Membiarkan diri apa adanya dengan alasan sifat yang sudah dari sananya tanpa meninjau kembali kekurangan tersebut yang sebenarnya bisa diubah merupakan sikap yang kurang tepat.

Self love atau mencintai diri sendiri memiliki tujuan agar kita dapat menerima diri kita apa adanya sehingga dapat melakukan perubahan yang baik, tetapi jika kita mengeluarkan diri dari proses pembenahan maka kita tidak akan berkembang menjadi individu yang lebih baik.

Dalam keseharian juga kita pasti sering mendapat masukkan dari orang-orang sekitar. Membatasi masukkan dari orang lain merupakan kebiasaan yang buruk, karena bisa saja masukkan tersebut bagus untuk membangun kepribadian kita menjadi lebih baik. Tetapi jangan lupa untuk memilih masukkan yang membangun, bukan sebaliknya.

Terkadang kita merasa perlu untuk memberi ruang kepada diri sendiri ditengah kesibukan. Namun jangan sampai kita memprioritaskan diri di atas kewajiban yang harus kita lakukan. Meninggalkan kewajiban akan membuat kita merasa bersalah di kemudian hari.

Contoh terakhir dari sikap fake self love adalah menganggap diri sebagai sosok yang paling benar. Sikap ini akan berdampak buruk untuk diri sendiri karena seseorang yang menganggap dirinya paling benar akan sulit menerima masukkan dan sulit untuk berkembang.

Jadi, apakah kamu sudah mencintai diri sendiri dengan benar?

Oleh: LG/12 Adzkia Husnul Abidat & LG/12 Athaya Jamila
Editor: LG/12 Raihan Farros

 

Post Author: Persma Genera

×