Ditengah pandemi Covid-19 ini kita dituntut untuk bisa menjaga kesehatan dan melakukan pembatasan interaksi dengan sesama. Pekerjaan dan peluang usaha semakin sedikit menuntut kita untuk hidup hemat. Banyak perubahan gaya hidup dan kebiasaan masyarakat, termasuk dalam merawat diri dan kecantikan.
Tren baru mulai bermunculan karena kita lebih banyak menghabiskan waktu dirumah daripada diluar rumah. Kegiatan dirumah biasanya diisi dengan memasak, bercocok tanam, melakukan skincare routine ataupun bermain game online.
Namun, banyak diantara kita yang mengisi waktu luang dengan melakukan skincare routine atau belajar makeup. Promo besar-besaran dikeluarkan oleh brand-brand ternama untuk menarik konsumennya.
Tapi, tanpa disadari barang-barang dan skincare yang dibeli merupakan bukan barang kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Banyak kebutuhan lain yang lebih penting namun tidak terpenuhi karena tuntutan wishlist skincare.
Harga yang menggiurkan dengan diskon hingga 90% membuat kita merasa bahwa tidak rugi untuk membeli barang tersebut. Namun akhirnya barang tersebut juga belum tentu terpakai karena bukan kebutuhan primer yang harus dipenuhi.
Pertanyaan buy or bye atau worth it or not pun sudah tidak asing lagi jika kita lihat di Twitter, Instagram, Facebook, maupun Youtube. Jawabannya sebenarnya sudah ada pada diri kita sendiri. Kita yang paling tau apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Lalu bagaimana cara agar dapat menahan diri agar tidak implusif dan membeli barang atas dasar lapar mata? Berikut ini beberapa cara yang bis akita lakukan agar tidak implusif untuk membeli barang diskon yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
• Mengetahui terlebih dahulu kebutuhan primer yang harus dipenuhi dan lebih mengutamakan kebutuhan tersebut.
• Jangan mudah tergiur dengan diskon besar yang ditawarkan jika tidak bener-benar membutuhkan barang tersebut.
• Mengurangi penggunaan media sosial.
• Jangan implusif dengan membeli segala barang diskon jika akhirnya barang tersebut tidak akan terpakai.
• Manajemen keuangan yang baik, agar kita bisa melihat pendapatan dan pengeluaran yang sesuai dengan kebutuhan.
• Motivasi diri sendiri agar bisa hemat dan menabung sehingga akan mengurangi pengeluaran yang kurang penting.
LG 10/Fazrin Nur Fitriani
LG 10/ Myriam Amanda
