Labu Madu atau butternut merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura semusim yang mempunyai keunggulan baik dari segi manfaat maupun keunikannya. Labu madu memiliki kandungan manfaat yang cukup banyak seperti serat, karbohidrat, vitamin A, C, E, serta kemampuannya dalam melawan radikal bebas dan meningkatkan kekebalan tubuh. Oleh karena itu, daya jual labu madu tergolong cukup tinggi. Warna oren pada kulit labu madu memiliki kandungan beta karoten yang tinggi, artinya sebuah antioksidan yang mengubah vitamin A dan membantu mengurangi risiko kanker. Labu madu juga mengandung B-Kompleks vitamin seperti folat, niacin, vitamin B-6 (pyridoxine), thiamin, dan asam pantotenat, dan mineral seperti tembaga, kalsium, besi dan fosfor (Kurniati, 2018).
Koperasi Najaa Farm merupakan salah satu koperasi di Desa Cidamar yang berdiri pada tanggal 16 November 2021. Koperasi dengan nomor badan hukum AHU-00134232.01.26. tahun 2021 ini merupakan program pendampingan dari Kementerian PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) yang menaungi petani untuk bermitra dengan UMB (Usaha Menengah Besar). Koperasi Najaa Farm diketuai oleh Bapak Sarip hidayat, sekretaris Abdul buldan mubarok, serta bendahara Bapak Abdul hakim dengan 12 petani yang aktif membudidayakan labu madu.
Labu Madu mempunyai keunikan yaitu berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur), seperti lampu bohlam, hasil panen tanaman labu madu mampu disimpan hingga 3-6 bulan, termasuk tanaman hortikultura yang jarang dibudidayakan di Indonesia, dan bisa menjadi pendamping ASI bayi.
Hasil Olahan Labu Madu
- Olahan roti dan kue (Ariyanti, 2021)
- Keripik (Muhammad Hasyim Ashari & Firdaus Intania, 2022)
- Labu madu dapat dimasak sebagai sayuran.
- Kolek
- Puding, dan masih banyak lagi olahan dari labu madu
Petani Desa Cidamar menunjukkan nilai R/C Ratio rata-rata sebesar 2,5. Nilai R/C ratio tersebut di atas 1 yang berarti bahwa setiap pengeluaran Rp.1,00 dari usaha tani labu madu yang dijalankan oleh petani dapat mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 2,50. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani labu madu tersebut layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan dalam jangka panjang. (Mahatva, 2023)
Menurut informasi yang diperoleh dari petani di Desa Cidamar, labu madu yang ditanam di dataran rendah memiliki rasa yang lebih manis. Hal ini terjadi karena faktor lingkungan yaitu suhu dan intensitas cahaya yang mendorong labu madu untuk kerap melakukan fotosintesis sehingga dapat meningkatkan kandungan gula pada tanaman yang nantinya akan menjadi cadangan energi. (Apip, 2023)
Penulis: Ismi Naza
Editor: Farahdilla Maulida
