Sejak tanggal 10 April 2019, terjadi perubahan pengaturan akses kendaraan ke Kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Perubahannya dimulai dari pukul 05.00 WIB sampai 20.00 WIB, Gerbang Selatan (Gerbang Lama) Universitas Padjadjaran Jatinangor hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Gerbang Barat (Gerbang dekat Bank BNI dan Bank Mandiri) Unpad untuk akses keluar masuk kendaraan roda dua, sementara Gerbang Jembatan Unpad untuk akses keluar masuk kendaraan roda empat dan Gerbang Utara Unpad hanya diperuntukkan bagi kendaraan enam atau lebih, sedangkan pada pukul 20.01 WIB sampai 04.59 WIB, kendaraan baik roda dua, roda empat maupun lebih, akses keluar masuknya melalui Gerbang Selatan (Gebang Lama).
“Perubahan akses seperti ini perintah dari rektor, untuk kelancaran jalur keluar masuknya kendaraan di Unpad Jatinangor. Awalnya kan, kemacetan sering terjadi dari Gebang Lama, untuk mengurangi kemacetan tersebut maka diberlakukan perubahan akses seperti ini.” Ujar Bapak Nazar, salah satu keamanan di Universitas Padjajaran Jatinangor.
Namun, pada tanggal 22 April 2019 terjadi perubahan kembali untuk akses keluar masuk kendaraan roda dua, yakni menjadi akses masuk kendaraan roda dua di Gerbang Selatan (Gerbang Lama) Unpad, sedangkan akses keluarnya di Gerbang Barat Unpad (dekat Bank BNI dan Bank Mandiri).
Bapak Nazar mengungkapkan bahwa perubahan ini dilakukan secara mendadak atas perintah dari atasannya.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Yuliantika
Dengan adanya perubahan ini, sempat terjadi kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Dimulai dari Gerbang Jembatan Unpad sampai Jalan Raya Jatinangor. Kemacetan yang bermula dari sini, menimbulkan dampak kemacetan baru, yakni mulai dari Kampus IKOPIN karena kepadatan yang terjadi di gerbang keluarnya kendaraan roda empat dan roda dua di Unpad Jatinangor. Kemacetan ini biasanya terjadi dari pukul 16.30 WIB hingga menjelang maghrib.

Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Jatinangor
Sumber : Dokumentasi Pribadi Yuliantika
“Saya sempat kaget melihat kemacetan yang terjadi, karena sangat panjang dan padat sekali. Mudah – mudahan ini terjadi hanya di awal saja karena masih dalam proses adaptasi dengan akses seperti ini. Diharapkan perubahan ini dapat dirasakan manfaatnya baik oleh warga kampus maupun masyarakat Jatinangor” ujar Tanti Putri, salah satu Mahasiswa Unpad yang merasakan dampak kemacetan dari perubahan akses keluar masuk ke dalam Unpad.
Seiring berjalannya waktu, kemacetan lalu lintas yang terjadi akibat dari perubahan akses kendaraan ke Kampus Unpad Jatinangor mulai berkurang. Hal ini terjadi karena warga kampus dan masyarakat Jatinangor sudah terbiasa dengan perubahan akses kendaraan seperti ini.
Bapak Nazar mengungkapkan bahwa perubahan akses kendaraan ini dirasa cukup efektif dalam membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Jatinangor.
“Perubahan jalur ini cukup efektif mengurangi kemacetan, karena kalau aksesnya seperti dulu, kami sebagai keamanan kewalahan menghadapi kemacetan yang terjadi” ujarnya.
Perubahan pengaturan akses kendaraan ke Kampus Unpad Jatinangor diharapkan menjadi solusi terbaik untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Warga kampus dan warga sekitar pun harus taat dan tertib pada peraturan yang berlaku ini, agar tercipta keamanan dan kenyamanan untuk seluruh masyarakat Jatinangor, serta dapat merasakan manfaatnya terutama dari segi pengurangan kemacetan.
(Laskar Muda/Yuliantika Wahyu Setyaputri)
