“Trauma merupakan respon subjektif dari peristiwa yang objektif.” ujar Trya Ruidahasi, salah satu konselor di TOUCHÉ Development Center, di Webinar Tanggal Tua Series dengan tema “Get to Know: Trauma Healing”. Webinar ini diadakan pada Rabu, 30 Juni 2021 dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta.
TOUCHÉ Development Center menghadirkan Sharing Session ‘Tanggal Tua’ Series sebagai wadah edukasi untuk memberikan motivasi agar para peserta meluangkan sedikit waktu untuk mengevaluasi dan mengintropeksi diri masing-masing di akhir bulan.
Tema besar yang diangkat pada webinar kali ini ialah Trauma Healing, yang terbagi menjadi 4 materi besar yaitu apa itu trauma healing, kenapa seseorang bisa mengalami trauma, seberapa penting dan dampak yang ditimbulkan oleh trauma healing, juga bagaimana menghadapi trauma diri sendiri.
Trauma adalah luka akibat suatu kejadian yang menimpa seseorang secara langsung maupun tidak langsung, baik secara fisik maupun psikis ataupun kombinasi dari keduanya. Dengan kata lain, trauma healing dapat diartikan sebagai usaha untuk menyembuhkan seseorang dari kondisi trauma.
Seseorang dapat mengalami trauma dari sebuah peristiwa traumatis yang terjadi satu atau berulang kali seperti bencana alam, bencana teknologi, kekerasan, dan pelecehan secara verbal atau emosional sampai dengan seksual.
Trauma juga dapat disebabkan oleh ancaman serius atau cedera dari orang yang dicintai. Akibatnya, dapat menghambat kemampuan seorang individu untuk melanjutkan hidup dan berfungsi di masyarakat.

Langkah yang dapat dilakukan dalam trauma healing adalah menyediakan ruang yang aman bagi individu yang mengalami trauma agar dapat membuka diri dan mengungkapkan secara detail apa yang mereka alami dan rasakan. Ketika sedang bercerita, dapat diarahkan pada pengakuan, permintaan maaf, pengampunan, dan koneksi kembali.
Tujuan akhir dari trauma healing adalah membuat seseorang dapat menerima dan menyatukan pengalaman trauma serta membentuk kehidupan yang baru dengan keyakinan dan pengertian yang baru. Walaupun, setiap orang akan berbeda karena trauma merupakan hal yang subjektif.
Webinar ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa baik dari peserta yang hadir. Peserta yang hadir sangat aktif dalam bertanya dan tidak segan untuk menceritakan pengalamanan pribadi mereka yang selaras dengan tema yang sedang dibahas.
Acara ini merupakan rangkaian webinar series yang mengangkat topik yang berbeda setiap bulannya. “Bulan depan kita akan membahas topik yang terkait dengan teman dan keluarga.” ujar Wulan, PIC webinar ini. “Karena kita sudah mengevaluasi diri sendiri di tema sebelumnya, kita akan beranjak membahas mengenai sekitar kita.” lanjutnya.
Oleh: Renata Dyah (LG11) dan Nafeesa Zahra An-naafi (LG12)
Editor: Alya Rahmani (LG12)
Persma Genera 2021
