Puting beliung dan hujan deras melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang pada Rabu (21/2/2024). Menurut laporan dari sejumlah saksi, termasuk Fahmy Fauzi, seorang mahasiswa Unpad yang berada di Desa Sayang, angin kencang disertai hujan deras telah menyebabkan rusaknya beberapa bangunan, termasuk rumah warga dan swalayan. Kunafa, yang juga merupakan warga Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, mengaku pemukiman di sekitarnya turut terdampak angin puting beliung dan hujan deras yang mengakibatkan banjir.

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, Kepala Stasiun BMKG Kelas I Bandung Teguh Rahayu meminta warga untuk waspada potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat, angin puting beliung, dan hujan es yang dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya. Warga juga harus mewaspadai cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hari, terutama saat panas terik matahari pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, ditandai dengan adanya awan cumulonimbus.
Sebagai mahasiswa yang berada di lingkungan Jatinangor dan sekitarnya, terdapat 3 langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi banjir baik pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana banjir.
PRA BENCANA
- Mengetahui wilayah dan bersiap untuk evakuasi, termasuk memahami rute pelarian dan tempat yang lebih tinggi.
- Bersiaplah untuk hidup mandiri minimal tiga hari dengan menyiapkan tas bencana, menyediakan makanan dan air minum.
- Mengetahui cara mematikan air, listrik, dan gas.
- Berkaitan dengan harta dan kepemilikan maka kamu bisa simpan dokumen tersebut di tempat yang aman.
- Waspadai berbagai perangkat listrik yang dapat menimbulkan bahaya jika terkena air banjir.
SAAT BENCANA
- Jika terjadi banjir di daerahmu, perhatikan informasi banjir di berbagai media untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
- Matikan semua listrik jika diinstruksikan oleh pihak berwenang. Jangan menyentuh perangkat bermuatan listrik saat berada di dalam/di atas air.
- Jika perintah evakuasi telah dikeluarkan dan kamu harus meninggalkan tempat tinggalmu, jangan berjalan di air yang mengalir karena dapat menyebabkan kamu terjatuh.
- Jika kamu harus berjalan di genangan air, berjalanlah dengan tenang. Periksa kepadatan alasnya dengan tongkat atau sejenisnya.
- Hindari saluran air atau daerah dengan air mengalir dan arus deras karena banjir bandang sering terjadi tanpa peringatan.
PASCA BENCANA
- Hati-hati dengan instalasi listrik dan pergerakan air serta hindari air banjir karena kontaminasi bahan berbahaya dan risiko sengatan listrik.
- Berhati-hatilah saat memasuki area yang airnya baru saja surut karena jalan dapat menjadi keropos dan runtuh.
- Perhatikan kesehatan dan keselamatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih bila terkena air banjir.
- Buang makanan yang terkontaminasi air banjir.
- Dengarkan berita atau informasi tentang kondisi air dan tempat mendapatkan bantuan perumahan/tempat berlindung, pakaian dan makanan.
Sumber:
https://bpbd.grobogan.go.id/berita/Mitigasi-Bencana-Banjir
Penulis : Dinda Kurnia
Editor : Haliza Fitriana
