
Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para pelajarnya. Sekolah adalah sarana untuk anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki moral dan budi pekerti. Namun, sampai pada tahun 2024 ini perundungan masih menjadi masalah yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Dalam jangka waktu setahun kebelakang ini, KPAI mencatat pelanggaran terhadap perlindungan anak pada tahun 2023 mencapai angka 2.355 kasus dan 837 kasus terjadi di sekolah.
Pada buku berjudul “Stop Perundungan/Bullying Yuk!” yang diterbitkan Kemendikbudristek, dijelaskan bahwa perundungan atau bullying merupakan perilaku yang tidak menyenangkan secara verbal, fisik maupun sosial baik di dunia nyata ataupun dunia maya. Perundungan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok ini memberikan dampak rasa tidak nyaman, sakit hati dan juga tertekan pada korban.

Pada sudut pandang psikologi pelaku, Tiara Diah Sosialita, MPsi Psikolog, dosen Departemen Psikologi Universitas Airlangga, pada wawancaranya dengan News-psi mengatakan bahwa ada beberapa penyebab kasus bullying banyak terjadi terutama pada usia remaja. Secara psikologis, bullying dipicu beberapa sikap negatif seperti rasa iri, dendam, dan permusuhan. Dari sudut pandang pelaku, meraka melakukan bullying karena memiliki kepercayaan diri yang rendah. Bullying menjadi cara mereka untuk mencari perhatian orang orang sekitar. Mereka berasumsi bahwa dengan mem-bully mereka akan mendapat kepuasan, merasa lebih kuat, serta menjadi lebih dominan.
Pakar Psikologi Anak UNESA, Riza Noviana Khoirunnisa, S.Psi., M.Si., menjelaskan mengenai solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying terjadi di sekolah. Menurutnya, sekolah harus memiliki program pencegahan dengan intervensi ataupun sosialisasi yang efektif. Perlu adanya sinergi antara orang tua dan sekolah agar terjalin komunikasi yang aktif. Orang tua harus mengetahui segala informasi mengenai perkembangan anaknya di sekolah. Selain itu, perlu diperhatikan juga komunikasi antar orang tua dan anak di rumah agar anak dapat mengungkapkan isi hati dan pemikirannya.
Penulis: Faza (LG 14)
Editor : Haliza (LG 14)
Sumber:
