
Sumber: bantenraya.com
Nama Bjorka tentu tidak lagi asing ditelinga kita. Dikenal sebagai hacker atau peretas yang sering mengaku melakukan pembobolan data di beberapa perusahaan dan pemerintahan di Indonesia. Bjorka semakin dikenal setelah mengaku berhasil meretas dokumen kenegaraan dalam jangka waktu kurang dari satu bulan.
Bjorka kini muncul membuat keributan di sosial media twitter dengan membuat unggahan yang berkaitan dengan kasus kematian aktivis HAM yaitu Munir. Pada tanggal 11 September 2022, Bjorka membuat unggahan di Twitter dan langsung diserbu dengan para pengguna Twitter. Bjorka mengunggah artikel yang berisikan pembunuh serta kronologi kematian Munir.
Unggahan Bjorka dari akun @bjorkanism di Twitter menyebutkan, “ Yea i know u guys have been waiting for this. So who killed this good man? ” yang jika diterjemahkan menjadi “ Ya, aku tahu kalian telah menunggu ini. Jadi, siapa yang membunuh pria baik ini? “ tulis Bjorka.
Di dalam peretasannya Bjorka mengungkap bahwa dalang pembunuh Munir adalah Muchdi Purwopranjono Ketua Umum Partai Berkarya yang dulu merupakan Kepala Intelijen Negara (BIN) yang menjabat ketika kasus pembunuhan Munir terjadi, hal ini diungkap Bjorka pada artikel yang diunggahnya di akun Twitternya.

Sumber : Tribunnews.com
Kasus pembunuhan Munir terjadi pada 18 tahun silam, dimana sang Aktivis Munir dibunuh didalam pesawat saat penerbangan dari Jakarta menuju Belanda dengan racun berjenis arsenik. Menurut penuturan Bjorka di artikelnya disebut bahwa Muchdi memerintahkan Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai pilot PT Garuda Indonesia Airways untuk membunuh Munir.
Awal motif pembunuhan yang dilakukan Muchdi adalah ketidaksukaan Muchdi kepada Munir dimana Munir pada saat itu menjabat sebagai koordinator organisasi yang ingin mengungkap bahwa tim operasi mawar adalah pelaku penculikan 13 aktivis periode 1997-1998.
Muchdi yang saat itu juga menjabat sebagai Komandan Kopassus diberhentikan dengan masa jabatan yang terbilang singkat. Lalu pada maret 2003 Muchdi diangkat sebagai Kepala BIN Deputi V. Menurut Bjorka Muchdi menganggap bahwa ini adalah peluang untuk menghentikan aktivitas Munir yang dianggap merugikan Muchdi.
Kasus Munir sampai sekarang dianggap tidak adil karena masih menyimpan sejuta misteri meskipun sudah ada yang dihukum dalam kasus pembunuhan yang menimpa Munir ini. Namun, Bjorka datang dengan mengungkap kasus pembunuhan Munir ini.
Dilansir dari Kompas.com, 12 September 2022, Sekjen Partai berkarya bernama Badaruddin Andi Picunang memberikan tanggapannya terhadap artikel yang diunggah Bjorka pada akun Twitternya bahwa ia curiga akan Bjorka yang hanya melakukan kesalahan dan mencari isu terupdate jelang pemilu dengan menuding Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwopranjono sebagai dalang pembunuhan Munir.
Badaruddin juga menegaskan bahwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir tidak ada kaitannya sama sekali dengan Partai berkarya. Beliau juga mengatakan bahwa pimpinannya Muchdi juga sudah terbukti tidak terlibat di pengadilan dan sudah dibebaskan.
Setelah unggahan Bjorka mengenai kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir menjadi trending topik di media massa, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam akun Twitter Bjorka mendadak hilang atau ditangguhkan oleh Twitter. Hingga saat ini, Presiden Jokowi berjanji akan menyelesaikan kasus pembunuhan Munir ini dengan tuntas.
Oleh : LG13/Anggreni Karolin Br Tarigan
Editor : LG12/Raihan Farros
