
Kesadaran kolektif dan peran aktif generasi muda menjadi kunci penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Menjawab kebutuhan tersebut, AIESEC in USU menyelenggarakan Impact Circle 10.0, sebuah kegiatan yang mempertemukan lebih dari 150 pemuda di Kota Medan untuk membahas isu pengelolaan sampah dan mitigasi bencana alam. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6 Desember 2025 di Aula Bappelitbang Kota Medan.
Impact Circle 10.0 dirancang sebagai ruang dialog yang mendorong pemuda untuk memahami peran mereka dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Forum ini tidak hanya membahas permasalahan lingkungan secara umum, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat keterkaitan antara kebiasaan sehari-hari dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan serta risiko bencana alam, seperti banjir yang masih kerap terjadi di Kota Medan.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah Get to Know 3R, yang mengupas konsep Reduce, Reuse, dan Recycle sebagai bentuk awareness dalam pengelolaan sampah. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya mengurangi konsumsi berlebihan, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana di tingkat individu.
Diskusi yang berlangsung juga mengaitkan penerapan konsep 3R dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 tentang Responsible Consumption and Production dan SDGs 13 tentang Climate Action. Peserta diajak untuk melihat bahwa konsumsi yang bertanggung jawab dan pengelolaan sampah yang baik berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan mendukung upaya mitigasi bencana.
Berlokasi di Aula Bappelitbang Kota Medan, Impact Circle 10.0 menjadi ruang yang inklusif dan partisipatif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Beragam perspektif yang disampaikan mencerminkan kepedulian pemuda terhadap isu lingkungan sekaligus kesiapan mereka untuk mengambil peran sebagai agen perubahan.
Penulis : Tia Anissa Rahma
