Site Loader

Menurut Aristoteles, seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan, dan seni itu meniru alam. Indonesia sendiri adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk seni, termasuk seni visual, audio, dan kinestetik. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak bentuk seni tradisional di Indonesia yang sayangnya menghadapi risiko kepunahan. 

Banyak faktor yang memengaruhi hal ini, seperti kurangnya regenerasi penerus yang berkomitmen dalam melestarikan kesenian tersebut, minat yang lebih besar dari anak muda terhadap seni dari budaya Barat, kurangnya minat anak muda dalam kesenian tradisional, dan berbagai faktor lainnya

Kesenian Lais dari Garut
Sumber: Tribunnewswiki.com

Dilansir dari Busurnusa.com, kesenian Lais ini semakin langka karena kalah saing dengan kesenian modern. Hal ini membuktikan bahwa minat anak muda yang minim terhadap kesenian modern. Mudahnya informasi yang masuk kedalam negeri juga membuat anak muda cenderung lebih tertarik dengan kesenian modern daripada kesenian tradisional. 

Selain itu, minimnya pendapatan dan biaya operasional yang kurang mencukupi untuk menjalankan suatu kesenian tradisional merupakan tantangan yang signifikan. Seperti yang dilansir oleh kebudayaan.kemdikbud.go.id, ‘Perubahan masyarakat, baik dalam hal tatanan sosial, pandangan hidup, maupun kemajuan teknologi, akan memiliki dampak besar pada kelangsungan eksistensi kesenian tradisional.’

Kesenian yang muncul di setiap zaman berbeda-beda tergantung dari selera manusia di zaman tersebut. Jika di zaman milenial ini kesenian tradisional sudah mulai tergerus dan banyak yang beralih ke kesenian modern, maka hal itu membuktikan bahwa selera manusia di era ini berbeda dari era sebelumnya. 

Penulis : Haliza Fitriana

Editor : Farahdilla Maulida

Post Author: Persma Genera

×