
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Momen spesial selama bulan Ramadhan merupakan momen berharga, dimana umat Muslim berpuasa sepanjang hari dan melibatkan diri dalam ibadah dan aktivitas keagamaan yang intens. Mulai dari kebiasaan shalat tarawih, mengaji, hingga momen berburu takjil yang sangat digemari oleh kebanyakan orang karena terkenal khas dan lezat.
Namun, little did we know saat memasuki bulan Ramadhan 2023, masyarakat di beberapa negara menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, terutama dalam hal kenaikan harga bahan pangan. Kenaikan tersebut memberikan dampak yang merugikan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Jadi, based on sumber terpercaya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga pangan selama Ramadhan 2023. Salah satunya adalah faktor iklim, that has been stealing everyone’s worries there days. Cuaca ekstrem dapat menggangu produksi pangan, misalnya bencana alam seperti banjir, kekeringan, atau badai dapat merusak lahan pertanian dan insfrastruktur yang digunakan untuk distribusi pangan, mengakibatkan pasokan menjadi terbatas dan harga naik.
Selain itu, perubahan kebijakan pemerintah atau fluktuasi nilai tukar mata uang juga mempengaruhi naiknya harga bahan pangan di bulan Ramadhan. Kebijakan perdagangan internasional, penghapusan subsidi, atau perubahan kebijakan impor dan ekspor dapat berdampak pada ketersediaan dan harga bahan pangan di pasar lokal.
Kenaikan harga bahan pangan berdampak pada kurangnya daya beli masyarakat, mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Furthermore, selama bulan puasa umat Muslim membutuhkan pasokan gizi dan energi yang lebih tinggi akibat pola makan yang berubah selama perbuasa. Oleh karena itu, kenaikan harga bahan pangan menjadi beban tambahan khususnya bagi masyarakat yang sudah berada dalam kondisi ekonomi sulit.
Dalam menghadapi kenaikan ini, diperlukan langkah-langkah yang komprehensif dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait. Upaya pemerintah dapat meliputi pengawasan ketat terhadap pasokan dan distribusi pangan dan stabilisasi harga melalui intervensi pasar. Selain itu, masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mengatur konsumsi pangan yang bijaksana, mengurangi pemborosan, dan memilih alternatif pangan yang lebih terjangkau dan bernutrisi.
Referensi:
Pusat Pangan, Kelautan, dan Peternakan. (2022). Laporan Pangan Bulan Ramadhan 2022. Diakses dari https://www.pusangla.pertanian.go.id/home/index.php/public/berita/read/29/laporan-pangan-bulan-ramadhan-tahun-2022
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik Harga Pangan Bulan Ramadhan 2022. Diakses dari https://www.bps.go.id/indicator/13/1563/1/nilai-indeks-harga-pangan- bulan-ramadhan-menurut-golongan-bulan-april-2022.html
Editor : Nadhifa Kartika/LG 12
