Pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2022 pukul 16.00–17.30, telah dilaksanakan Koma (Konsolidasi Mahasiswa) di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran melalui platform Zoom. Pada forum tersebut berisi pemaparan dari Ketua dan Wakil Ketua BEM KMFP Universitas Padjadjaran (Kang Haikal dan Alif) mengenai topik “Faperta Hybrid?”
Pihak BEM KMFP Universitas Padjadjaran telah melakukan kajian dan survei terkait kesiapan warga KMFP dalam melaksanakan perkuliahan hybrid. Data hasil survei tersebut disajikan kepada forum secara transparan. Pemaparan mengenai hal-hal penting sudah cukup jelas terutama pada opsi skema yang dibuat mengenai pelaksanaan perkuliahan secara hybrid. Pada saat berjalannya forum, pihak BEM KMFP Universitas Padjadjaran kembali melakukan survei skala kecil dari peserta yang mengikuti forum melalui platform Mentimeter.

Sumber: Doc. Persma Genera
Pada sesi pemaparan terakhir, pihak BEM KMFP Universitas Padjadjaran memberikan beberapa rekomendasi kebijakan berdasarkan kajian dan survei yang telah dilakukan. Berikut adalah rekomendasi kebijakan dari pihak BEM KMFP Universitas Padjadjaran terkait pelaksanaan perkuliahan hybrid:
- Kuliah Hybrid dilaksanakan setelah hari raya Idulfitri.
- Menetapkan Surat Ketetapan kuliah hybrid paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan.
- Memberikan kejelasan teknis perkuliahan hybrid.
- Memberikan bantuan untuk mahasiswa/i yang terpapar Covid-19 saat perkuliahan hybrid.

Sumber: Doc. Persma Genera
Rekomendasi kebijakan, hasil survei, dan usulan dari forum Koma saat diskusi akan ditindaklanjuti oleh pihak BEM KMFP Universitas Padjadjaran untuk didiskusikan saat forum bersama pihak Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang pihak Persma GENERA sampaikan pada saat forum Koma (Konsolidasi Mahasiswa) beserta jawaban dari Ketua dan Wakil Ketua BEM KMFP Universitas Padjadjaran (Kang Haikal dan Alif). Pertanyaan tersebut kami dapatkan dari pertanyaan Warga KMFP yang kami himpun melalui platform Google Form.
- Apakah pembelajaran hybrid hanya untuk praktikum saja atau teori juga akan dilakukan secara hybrid?
Jawab: Utamanya praktikum, tetapi secara bertahap akan dilaksanakan pada seluruh mata kuliah.
- Apakah ujian akan tetap dilaksanakan secara online?
Jawab: Untuk UTS akan dilaksanakan secara online, sedangkan UAS kemungkinan besar akan dilaksanakan secara offline.
- Jika memungkinkan untuk melaksanakan perkuliahan Hybrid, bagaimana sistem yang akan diterapkan? Apakah masuk kelas sesuai NPM ganjil-genap atau bagaimana?
Jawab: Menunggu kebijakan selanjutnya dari pihak Dekanat.
- Untuk asrama–khususnya asrama KIP-K–ketika pelaksanaan perkuliahan hybrid, apakah syarat antigen setiap mahasiswa yang akan mengisi asrama masih diberlakukan atau cukup dengan vaksin ke-2/booster saja?
Jawab: Syarat asrama kemungkinan besar akan cukup dengan vaksin ke-2 saja. Untuk lebih lengkapnya kita tunggu kebijakan dari pihak Dekanat.
- Bagaimana jika mahasiswa belum ada persiapan untuk kuliah hybrid, seperti kondisi kesehatan, izin orang tua, dan belum adanya biaya hidup/sewa tempat tinggal. Apakah diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan secara online terlebih dahulu?
Jawab: Pengumuman kebijakan hybrid akan disampaikan sebulan sebelum pelaksanaan karena harapannya mahasiswa dapat mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari. Untuk jawaban terkait kondisi-kondisi terburuk tersebut akan disampaikan lebih lanjut saat forum bersama jajaran Dekan.
- Kapan mahasiswa Agroteknologi boleh mengakses Ciparanje?
Jawab: Belum ada kepastian, kemungkinan bisa diakses setelah UTS atau Idulfitri. Saat ini, sedang ada perbaikan jalan Ciparanje. Kemudian, saat ini kita bisa menggunakan lahan D-3 untuk praktikum, seperti angkatan 2020 yang sebelumnya sudah pernah praktikum di lahan D-3. Diketahui bahwa Fakultas Pertanian sudah mengajukan anggaran untuk penggunaan Ciparanje kepada rektorat dan sudah disetujui, hanya tinggal pelaksanaannya saja.
- Mengapa Unpad mengeluarkan kebijakan Hybrid University ketika kampus lain merasa harus segera melakukan perkuliahan secara offline untuk memaksimalkan kualitasnya?
Jawab: Kita tidak mengetahui kondisi kedepannya karena banyak ketidakpastian yang terjadi sehingga pada narasi Rektor akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021 disampaikan bahwa Unpad menargetkan akan menjalankan Hybrid University hingga tahun 2024 atau 2025. Jika masih belum lengkap, informasi terkait Hybrid University bisa diakses di kanal media sosial Unpad.
Editor : Amrizal Amarulloh / LG12
