Site Loader

Terhitung belum genap satu bulan sejak tanggal 7 Februari 2022, hari di mana BEM Kema, BPM Kema, BEM Fakultas, HopeHelps Unpad, dan Girl Up Unpad melakukan audiensi dengan Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Unpad terkait pembentukan Panitia Seleksi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Baru-baru ini Unpad kembali dikejutkan dengan terjadinya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Beredar sebuah foto di Line Square “Unpad Netizen Club” yang berisikan pernyataan bahwa seorang mahasiswa Unpad telah melakukan kekerasan seksual, lengkap dengan tanda tangan di atas meterai. Kami melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memverifikasi kebenaran pernyataan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua BEM KMFP Unpad, Mohamad Haikal Febrian Syah, ia membenarkan bahwa Gani Lanuda Afriandi NPM 150510200254 adalah satu pengurus BEM KMFP Unpad dan telah melakukan kekerasan seksual.

Haikal menambahkan, “Kami telah melakukan tindak lanjut dengan mengeluarkan surat keputusan pemberhentian tidak hormat terhadap pelaku. BEM KMFP Unpad berkomitmen berpihak sepenuhnya kepada penyintas dan tidak mentoleransi tindak kekerasan seksual dalam bentuk apapun.”

Penelusuran lebih lanjut kami lakukan dan menemukan bahwa pelaku merupakan anggota dari Himatan Unpad. Lebih dalam lagi, pelaku merupakan ketua angkatan dan project officer salah satu program kerja dari himpunan mahasiswa tersebut.

“Akan diberhentikan sementara sejauh ini. Kami kesulitan untuk meminta klarifikasi dari pelaku. Pihak kami juga kesulitan untuk menghubungi penyintas karena identitasnya yang tidak kami ketahui mengingat privasi penyintas yang perlu kita jaga bersama,” ujar Agung Panca, Ketua Himatan Unpad saat ditanya bagaimana kebijakan Himatan Unpad terhadap pelaku. 

Kekerasan seksual dapat terjadi di manapun dan kapanpun bahkan saat pembentukkan Satgas PPKS sedang dilakukan. Sudah seharusnya pembentukan Satgas PPKS Unpad ini dipercepat dan tidak ditunda-tunda lagi atau fenomena iceberg ini tidak akan terungkap ke permukaan. Akibatnya predator seksual bebas berkeliaran mencari mangsa baru sedangkan para korban ketakutan dan terjebak dalam trauma.

Stop Sexual Assault. Sumber: Pintas & Mullin Law Firm

Keberadaan Satgas PPKS memegang peran penting dan krusial terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Ditambah, adanya badan semi otonom di lingkungan kampus seperti HopeHelps Unpad dan Girl Up Unpad akan memperkuat implementasi Permendikbud No. 30 Tahun 2021 dan Peraturan Rektor No. 41 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

Tetapi bukan berarti kita boleh abai dan tidak peduli pada kejadian kekerasan seksual yang terjadi di sekitar. Berpihak kepada penyintas, jangan beri ruang kepada para pelaku kekerasan seksual, dan jangan menjadi pelaku!

Penulis: LG 12/Han

Editor: LG 12/Andara

Post Author: PERSMAGENERA

Leave a Reply

Your email address will not be published.